oleh

OKNUM KADES DIDUGA MENGHALANGI TUGAS TUK MELIPUT WARGA MISKIN, WARTWAN DI TOLAKNYA TUK WAWANCARAI

MUBA-Globalinvestigasi.co.id-          Empat awak media dengan berbeda media, mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan di intimendasi oleh oknum Kepala Desa ( kades ) saat ke empat awak media tersebut akan meminta tanggapan soal warga miskin yang menghibahkan tanahnya untuk menjadi bangunan sekolah.

Berita tersebut dimuat hari ini,senin(20/1/20). termasuk tabloidSkandal.com,dengan judul “Kakek Kohar, Si Penghibah Sekolah, Hidupnya Melarat.”

Ke empat awak media tersebut berasal dari media tabloidskandal.com ,TvOne , Jurnal Sumatra , Jakartamedia.co.id,. Mereka mencoba meminta komentar maupun tanggapan terhadap nasib Kakek Kohar yang menghibahkan tanahnya seluas 100 x 60 meter tersebut.

Namun pada saat di perjalanan bertempat di desa Jirak kecamatan jirak jaya,ke empat awak media tersebut bertemu dengan
oknum Kepala desa talang simpang kecamatan jirak jaya kab.musi banyuasin sangat di sayangkan oknum kades tersebut sudah menunjukan sikap tidak bersahabat dengan awak media. Dengan nada arogan dan di duga menghalangi ke empat awak media menuju ke lokasi desa talang simpang yang mereka beritakan.

lanjut ke empat awak media tersebut mengatakan bahwasanya saat bertemu oknum kepala desa ke empat awak media tersebut sempat bersitegang dengan oknum Kades Talang Simpang Darmadi. Dia tidak
menerima pemberitaan tentang warganya, dengan alasan tidak Koordinasi dulu dengan kades tentang kondisi warganya.

“Kamu belum tahu latar belakang saya. Saya tidak takut degan siapa saja, dan tidak takut di beritakan. Jadi Kades, tidak jadi kades tidak apa-apa, “jelasnya.

Masih jelas,ke empat awak media menjelaskan oknum kades talang simpang di duga menghalangi awak media agar tidak boleh meliput kondisi warga nya dan sempat bersitegang dengan empat awak media,Namun ketika awak media minta tanggapan dan komentar tentang nasib warganya, oknum Kades tidak mau. Dia bersitegang menghalangi awak media untuk meliput ke lokasi.

Lebih lanjut,ke empat awak media tersebut menuturkan bahwasanya sesuai dengan UUD NOMOR 40 TAHUN 1999 tentang PERS yang berbunyi “barang siapa yang menghalangi tugas Wartawan akan di penjara 2 tahun dan di denda 500juta rupiah”,jelasnya.

(Team)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed