oleh

HENDRI.N DATANGI GEDUNG KPK TERKAIT PEMBAGIAN LAHAN 2.800 EX PTPN V DI SENAMA NENEK KECAMATAN TAPUNG HULU – KAMPAR

Pekanbaru,GlobalInvestigasi NewsCo.Id,
Di Kenegerian Senama Nenek mempunyai 5(Lima) Suku yaitu,Suku Domo, Piliang, Pitopang, Melayu dan suku Mandiliong. Tiap-tiap suku di pimpin oleh Pucuk suku yaitu NENEK MAMAK SUKU yang bergelar DATUK

Ninik Mamak merupakan kesatuan dari kepemimpinan Adat Istiadat Senama Nenek yang terdiri dari para Pucuk Suku atau kepemimpinan suku yang bergelar Datuk.Di atas pundak Pucuk Suku atau Ninik Mamak terpikul beban memimpin anak kemenakan menempuh jalan yang lurus, menurut alur adat dan alur pusaka (pusako), memelihara harta pusaka (waris bajawek, pusako ditolong)serta adat diisi, limbago dituang.Peranan Ninik Mamak semuanya itu berdasarkan kepada undang-undang atau norma-norma yang telah ada yang digariskan oleh nenek moyang terdahulu.

Namun sangat memprihatinkan,
fungsi Ninik Mamak akhir-akhir ini di Senama Nenek sudah tidak wajar lagi,betapa tidaknya” Mereka sanggup Bersumpah Palsu Dengan Al-Quran Dihadapan Pemerintah Kabupaten Kampar,dalam rangka pengusulan Anak Kemenakan sebagai penerima Redistribusi tanah asal pengembalian Kebun PT.PN V seluas 2.800 Ha,yang berada di Tanah Ulayat Kenegerian Senama Nenek”.hal ini disampaikan Hendri.N selaku warga asli Desa Senama Nenek

Lanjut Hendri,”Daftar anak kemenakan yang diajukan dengan bersumpah itu banyak yang bukan dari kalangan masyarakat Adat Kenegerian Senama Nenek dalam artian,Nenek Mamak tersebut menambah jumlah anak kemenakannya dari orang berbagai daerah untuk mendapatkan lahan dari pengembalian kebun PT.PN V seluas 2800 Hektar tersebut.Orang yang di luar Masyarakat Adat Kenegerian Senama Nenek yang diajukan itu,besar kemungkinannya dengan Di Jual atau hanya sebagai pinjam nama alias pinjam KTP, yang hasilnya nanti akan diambil dan dimanfaatkan oleh oknum Nenek Mamak atau orang-orang tertentu,”tuturnya,

Maka dalam hal ini saya selaku anak kemanakan Kenegerian Senama Nenek pada hari ini jum.at  7/2/2020
mendatangi gedung KPK RI di Jakarta dalam hal memberikan keterangan dalam dugaan gratifikasi terkait pemberian jasa atau tanda terimakasih berbentuk kebun sawit seluas 400 Ha kepada orang tertentu yang diberikan oleh penguasa tanah ulayat masyarakat adat kenegerian senama nenek.Agar hal ini dapat ditindaklanjuti  dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,

Sangat disayangkan orang yang di tuakan selangkah ditinggikan seranting itu tidak lagi amanah dan tidak memikirkan kebenaran untuk kemaslahatan Anak Kemenakannya lagi,Jika fungsi Ninik Mamak dijalankan sebagaimana mestinya,maka tak akan ada lagi kemiskinan,tak akan ada lagi kemaksiatan.Nagoghi aman Masyarakat Damai dan sejahtera,tutupnya,(Saipul Lubis)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed